Defenisi Kemungkinan Suatu Gen Akan jadi Anak

Definisi kemungkinan


     kesempatan untuk lahir perempuan atau laki laki ialahy ½. Kalau kita mengharapkan anak laki laki lahir sekali lahir kesempatanyan ialah ½ , artinya laki laki ( yang diharapkan )/ laki laki + perempuan (segala peristiwa yang mungkin). Nilai setengah ini dapat di baca : dari dua kelahiran kesempatan untuk laki laki adalah satu. Tapi tidak akan selalu begitu. Tak akan selalu bahwa pada suatu keluarga beranak dua, satu anak lakilaki sedang satu lagi perempuan. Mesti ada yang keduanya laki laki atau keduanya perempuan . baru kalau diambil data dari masyarakat yang luas makin mendekatilah seks ratio 1 : 1 antara laki laki dan perempuan dari keluarga yang beranak dua itu. Jika kita lanjutkan mata uang di atas kita ingin dari kelentinga mata uang Rp 1,- sekaligus keduanya kita ingin telentang (Wildan,1991).


 Rumus kemungkinan

Fenotif dapat dikatakan sebagai setiap karakteristik atau ciri yang dapat diukur atau sifat yang nyatayang dipunyai suatu organisme. Ciri itu bisa ditampak oleh mata, seperti warna bunga atau tekstur rambut, atau bisa juga memerlukan pengujian khusus untuk identifikasinya, Genotif ialah ssemua gen yang dipunyai suatu individu .
Beberapa dasar mengenai teori kemungkinan yang perlu diketahui ialah: besarnya kemungkinan atas terjadinya sesuatu yang diinginkan ialah sama dengan perbandingan antara sesuatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhannya. 
K(x)=
K     =  kemungkinan
K(X)  = kemungkinan dari peristiwa x
X     = peristiwa di harapkan
Y     =  peristiwa yang tidak diharapkan

            Contoh : uang logam mempunyai dua sisi, yaitu sisi atas(disebut juga kepala = head) dan sisi bawah (ekor = tali) . jika kita melakukan tos ( undian dengan menggunakan uang logam, berapakah kemungkinannya kita mendapat sisi atas?
Jawabnya: K(atas)
Untuk mencari kemungkinan dengan cara yang lebih mudah ialah dengan cara menggunakan rumus binomium(a+b)n. disini a dan b merupakan kejadian atau peristiwa yang terpisah sedangkan n menyatakan banyak percobaan.
Seringkali kita ragu ragu apakah data percobaan yang kita lakukan dapat dipercayakan kebenaranya . lebih-lebih jika diingat bahwa pada percobaan biologis itu tidak mungkin di dapatkan data yang segera dapat dipertanggung jawabkan seperti halnya matimatika. Berhubungan dengan itu adanya penyimpangan ( deviasi) antara hasil yang didapatkan dengan hasil yang diharapkan secara teoritis harus dievaluasi. Suatu cara untuk mengadakan suatu evaluasi itu ialah melakukan test x2 (chi-square test). Sebenarnya itu bukan huruf x melainkan huruf yunani ‘phi’(Suryo, 1997).


 Pengujian rasio genetik
 Teori pengambilan sampel(sampling)

Bila kita melemparkan sekeping uang logam kita berharap setengah dari pelemparan itu akan menampilkan gambar atau setengahnya lagi huruf . probabilitas ini dihipotesiskan berdasarkan pelemparan sekeping uang logam tak terhingga, dimana dampak deviasi peluang sebesar 0,5 untuk penampilan gambar atau huruf yang satu mengagalkan penampilan yang lain. tetapi, Sebenarnya semua experimen melibatkan jumlah pengamatan yang terbatas dan oleh sebab itu beberapa deviasi dari angka-angka yang diharapkan dapat kita perkirakan. Marilah kita andaikan bahwa tidak ada perbedaan antara hasil pengamatan suatu percobaan pelemparan uang logam dengan hasil yang diharapkan yang bukan disebabkan oleh peluang saja. Berapa besar deviasi dari ratio 50-50 yang diharapkan yang diperbolehkan untuk suatu percobaan sebelum hipotesis nol ditolak. Biasanya sebagian besar penelitian biologi menolak hipotesis nol bila deviasinya sangat besar sehingga yang dapat dihitung oleh peluang kurang dari 5% setiap kalinya. Hasil seperti itu dikataskan signifikan atau nyata. Bila hipotesis nol ditolak pada tingkat 5%, kita mendapatkan 1 peluang dalam 20 untuk membuang suatu hipotesis yang berlaku. Harus diingat bahwa statistik tidak pernah akan mendapatkan bukti mutlak suatu hipotesis, tetapi hanya memberikan limit pada ketidak pastian kita. Jika kita mengkehendaki kepastian yang lebih besar untuk menjamin suatu penolakan khusus, dimana dalam hal ini,, peneliti akan mendapatkan hanya 1 peluang dalam 100 untuk menolak suatu hipotesis yang berlaku (William, 1991).


Ruang contoh

Kemungkinan peristiwa yang diharapkan ,ialah perbandingan antara peristiwa yang  diharapkan itu dengan segala peristiwa yang mungkin terjadi terhadap suatu objek. (dalam bahasa inggris kemungkinan ialah probability). ibaratkan obyek itu ialah mata uang , sifat kejadianyaialah lentingan, peristiwanya ialah mata uang itu akan telentang atau telungkup di lantai habis di lentingkan itu, jumlah peristiwa disini ialah (telentang-telungkup) yakni 2. kalau kita mengharapkan sekali lentingan mata uang itu telntang artinya kepala ke atas, ekor sebelah bawah, maka nilai kemungkinanya ialah : telentang/telungkup + telungkup = ½. ini dapat diartikan, bahwa tiap dua kali melentingkan kesempatan untuk telentang ialah 1 kali. tapi tidak akan selalu terjadi begitu, bahwa tiap dua kali lentingan akan sekali telentang, dan sekali pula telungkup. Kalau kita coba sendiri melentingkan mata uang Rp 1,- kelantai jubin , berulang ulang kali ,mula mula akan ditemui bahwa lebih sering telentang daripada telungkup padahal kesempatan keduanya sama , ratio 1 : 1 . makin banyak dilakukan melentingkan itu lebih sering lagi telungkup , sampai akhirnya jumlah telungkup dan telentang hampir sama sering (frekwensinya). Kalau keseringan melenting itu tinggi sekali dengan perkataan lain kalau kita melentingkan itu banyak kali. Akan dijumpai lah ratio yang ideal tadi yakni 1 ; 1. Banyak yang  telentang sama banyak dengan yang telungkup. Ditengah masyarakat juga begitu halnya (wildan,1991)
Dalam stattistika kita menggunakan percobaan untuk suatu proses yang menghasilkan data. Baik data dalam jumlah kecil ataupun besar. Sebelum melakukan percobaan kita sudah dapat menduga/mendata kemungkinan-kemungkinan hasil yang akan keluar jika percobaan telah berlangsung. Jika kita mencabut satu kartu secara acak dari kartu bridge, kita dapat menduga bahwa kemungkinan kartu ini adalah As.King,10 speed.dan lain lain. Kita dapat membuat dugaan sebanyak 52 sesuai dengan jumlah kartu dalam satu satu set kartu bridge. Ke -52 kemungkinan ini disebut ruang contoh untuk percobaan mencabut satu kartu secara acak dari satu set kartu bridge . defenisinya adalah himpunan semua kemungkinan hasil suatu percobaan (Wuryani, 2009).


 Besarnya sampel

Jika eksperimen pelemparan uang kita itu didasarkan pada jumlah kecil, kita dapat mengharapkan deviasi atau simpangan yang relatif besar dari nilai-nilai yang diharapkan sering terjadi oleh peluangb saja. Tetapi, jika jumlah sampel bertambah, deviasi itu secara proporsional menjadi kurang, sehingga dalam sampel besarnya tak terhingga, deviasi-deviasi peluang plus dan minusnya menghapuskan satu  dengan yang lain secara sempurna sehingga menghasilkan rasio 50-50.

   Derajat bebas

            Andaikan sekeping uang logam di lemparkan 100 kali. Kita dapat semaunya menetapkan setiap biulangan dari 0-100 untuk gambar yang akan muncul dalam eksperimen hipotesis ini. Tetapi, sekali jumlah gambar itu ditetapkan, sisahnya adalah huruf dan jumlah keduanya harus 100. Dengan perkataan lain, kita mempunyai n-1 derajat bebas dalam menempatkan angka-angka secara acak pada n kelas di dalam suatu eksperimen.


 Uji khi-kuadrat

            Untuk mengevaluasi suatu hipotesis geneik, kita memerlukan suatu uji yang dapat mengubah deviasi-deviasi dari nilai-nilai yang diharapkan, menjadi probabilitas dari ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang. Selain dari pada itu, uji ini harus pula memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah(derajat bebas) (Anna,1992).

            Menurut (Bardosono, 2009), untuk komunikasi informasi medis di antara para ahli dan antara seorang ahli dengan pasiennya dan untuk mencegah terjadinya salah interpretasi dari suatu kejadian maka yang terbaik adalah dengan menentukan kemungkinan dengan istilah frekuensi relatif (proporsi). Probabilitas selalu dinyatakan dengan angka yang berkisar antara 0 dan 1. Nilai probabilitas antara 0 dan 1:
a.    Nilai 0 artinya kejadian tidak akan terjadi
b.    Nilai 1 artinya kejadian pasti terjadi
c.    Nilai 0,5 artinya kemungkinan kejadian akan terjadi sama dengan kejadian tidak akan terjadi
Jumlah dari probabilitas (frekuensi relatif) dari semua kejadian yang dapat terjadi dalam sampel harus 1 (atau 100%). Tabel 2X2 digunakan untuk menjelaskan hukum probabilitas sebagai berikut:
a.    Tabel terdiri dari dua baris dan dua kolom sehingga ada 4 sel
b.    Total dari masing-masing baris dan kolom disebut sebagai total marginal dan total dari barisan dan kolom disebut sebagai total keseluruhan
Probabilitas gabungan dari 2 atau lebih kejadian klinis merupakan probabilitas yang dapat terjadi secara bersamaan, dan dituliskan sebagai P(A+B). Probabilotas terkondisi adalah probabilitas suatu kejadian akan terjadi setelah kejadian lain telah terjadi P(A/B).Apabila kita menghadapi masalah suatu peristiwa/kejadian yang tidak dapat dipastikan akan kebenaranya biasanya digunakan berbagai macam istilah seperti kemungkinan, keboleh-jadian atau peluang dan sebagainya. Misalnya: mahasihwa yang menantikan hasil ujiannya tentunya menghadapi kemungkinan apakah ia lulus ataukah tidak. Dalam ilmu genetika, kemungkinan ikut mengambil peranan penting,misalnya: soal pemindahan gen gen dari orang tua/induk ke gamet gamet, jenis spermatozoa yang membuahi sel telur ,berkumpulnya kembali gen gen didalam zigot sehingga terjadi berbagai kombinasi. Besarnya kemungkinan atas terjadinya suatu yang diinginkan ialah sama dengan perbandingan antara sesuatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhanya.


                   BY : RITA SUSANTI