Pengertian Bryophyta

Bryophyta


           Masyarakat pada umumnya cenderung memberi nama “lumut” bagi semua tumbuhan pada permukaan tanah, batu, permukaan pohon, bahkan yang ada dalam air. Lumut hati dan lumut sejati tersebar luas dan merupakan kelompok tumbuhan yang menarik. Mereka hidup di atas tanah, batuan ,kayu, dan kadang-kadang di dalam air. Tumbuhan masa kini yang berasal dari garis kedua dalam evolusi ini ialah lumut hati, lumut tanduk, dan lumut sejati, yang secara kolektif dinamai Bryophyta. Sejauh yang diketahui, Bryophyta bukan nenek moyang  tumbuhan rumit masa kini. Lumut hati dan lumut sejati hidup menyendiri biasanya tidak menarik. Namun biasanya disebut juga dengan tumbuhan berkelompok.  Pada umumnya jenis tumbuhan ini kurang beradaptasi pada kondisi kehidupan daratan, dan sebagian besar merupakan tumbuhan yang hidup pada lingkungan lembab dan terlindungi. Beberapa jenis lumut bersifat kosmopolit, dapat ditemukan dimana-mana. Jenis lumut lain mempunyai daerah distribusi yang terbatas. Lumut-lumut itu merupakan asosiasi tumbuhan yang memiliki karakteristik tinggi. Meskipun demikian, lumut tertentu, khususnya lumut sejati dapat bertahan hidup pada musim kering. Pertumbuhannya mengalami peremajaan jika air tersedia kembali ( Tjitrosoepomo, 1983 ).

Menurut Tjitrosoepomo (2005), Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : Spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi sebuah protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang besar, ada pula yang kecil. Pada protonema ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya. Tubuh lumut berupa talus seperti lembaran-lembaran daun (Hepaticae), atau telah mempunyai habitus seperti pohon kecil dengan batang dan daun-daunnya (Musci), tetapi lumut tersebut belum terdapat akar yang sesungguhnya, melainkan hanya rhizoid-rhizoid yang berbentuk benang-benang atau kadang-kadang memang telah menyerupai akar. Pada tumbuhan lumut inilah dibentuk gametangium. Tumbuhan lumut (Bryophyta) dibedakan dalam 2 kelas, yaitu:(a). Hepatice (lumut hati). (b). Musci ( lumut daun). Kedua kelas ini berbeda dalam bentuk susunan tubuhnya dan perkembangan gametagenium serta sporagoniumnya. Keduanya selalu berwarna hijau, autotrof, dan sebagai hasil asimilasi telah terdapat zat tepung .